Friday, June 9, 2017

Bersaing dalam Kebaikan

Bismillahirrahmanirrahim.

-
Hari 14
#RamadhanAsyik
#Ramadhan1438H
PERSAINGAN
-

Hasan Al Bashri rahimahullah, Seorang ulama besar yang ketakwaan beliau dianggap oleh beberapa pakar sangat mirip dengan sahabat Nabi SAW pernah bertutur:

"Barangsiapa yang berusaha menyaingi agamamu, maka berkompetisilah dan kalahkan dia, dan barangsiapa yang berusaha menyaingi duniamu, maka biarkanlah dia dengan dunia." (Adabul Hasan Al Bashri : 68)

Saudaraku, persaingan yang sehat itu dalam kebajikan.

ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرٰتِ 

"…Maka berlomba-lombalah (dalam berbuat) kebaikan." (QS. Al Baqarah : 148)

Ketertinggalan seseorang dalam kehidupannya ialah tertinggalnya ia dalam memenuhi panggilan kebaikan. Sesungguhnya, berlomba-lomba dalam sebuah kebaikan merupakan perilaku yang sangat dianjurkan.

Seperti apapun perkembangan zaman, seharusnya bisa semakin membuat seseorang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, dalam hal ini, peranan iman sangat diperlukan untuk menghadapi segala gejolak kehidupan.

Tidak ada manusia yang hidup tanpa persoalan, tetapi dengan persoalan tersebut bagaimana manusia dapat meningkatkan potensi kebaikannya yang nantinya dapat meningkatkan keimanan dalam dirinya.

Kebiasaan kita untuk saling berlomba, misalnya untuk bangun di tengah malam dan melakukan shalat malam, patut untuk kita pertahankan dan selalu istiqomah.

Marilah kita pacu semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, agar kebaikan itu muncul ke permukaan bumi. Sebab, apabila orang-orang baik tak tergerak untuk berbuat baik, maka sungguh nantinya keburukanlah yang akan hadir di kehidupan.

Janganlah mudah berpaling ke belakang dan mundur dari arena perlombaan ini. Tujuannya ialah tak lain, yaitu agar syiar kebaikan ini tumbuh dan berkembang ke seluruh penjuru dunia.

Yuk saling menasehati dalam hal-hal baik!

Jadi, sudah siap untuk berlomba dalam kebaikan? 

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

-
Referensi dari KUTUB, disertai dengan tambahan (^^;)

Jadilah Golongan yang Sedikit

Bismillahirrahmanirrahim.

-
Hari 13
#RamadhanAsyik
#Ramadhan1438H


JADILAH DARI YANG SEDIKIT
-
Ketika Umar bin al-Khattab (رضي الله عنه) sedang berjalan di pasar, ia melewati seorang pria yang sedang memohon,

اللهم اجعلني من القليل اللهم اجعلني من القليل

"Ya Allah, jadikan saya dari yang sedikit! Ya Allah jadikan saya dari yang sedikit!"

Lalu 'Umar berkata kepadanya, "Dari mana kamu mendapatkan doa ini' (permohonan) ini?"

Dan orang itu berkata, "Allah di dalam Kitab-Nya berfirman :

و قليل من عبادي الشكور

"Dan (hanya) sedikit dari hamba-hambaKu yang bersyukur." (Saba' : 13)

Lalu 'Umar menangis dan menegur dirinya, "Orang-orang lebih berpengetahuan daripada kamu, yaa Umar! Ya Allah jadikan kami dari yang sedikit dari hamba-Mu.."

Kadang-kadang ketika kita menasehati seseorang untuk meninggalkan dosa, mereka merespon dengan berkata, "Tapi semua orang melakukannya, itu bukan hanya aku!"

Subhanallah..

Tapi jika kita mencari kata-kata "kebanyakan orang" dalam Al-Qur'an, maka kita akan menemukan bahwa kebanyakan orang:

ولكن اكثرهم لا يعلمون

"Namun kebanyakan orang tidak mengetahui." (Al A'raf : 187)

ولكن أكثرهم لا يشكرون

"Dan kebanyakan orang tidak menunjukkan rasa terima kasih." (Al Baqarah : 243)

و لكن اكثر الناس لا يؤمنون

"Dan kebanyakan orang tidak beriman." (Hud : 17)

Dan jika kita mencari kata "sebagian besar dari mereka", kita akan menemukan bahwa sebagian besar dari mereka adalah:

و آن أكثرهم فاسقون

"...pasti tidak (taat) Fasiq" (Al Maidah : 59)

و لكن أكثرهم يجهلون

"...tidak mengetahui." (Al An'am : 111)

بل أكثرهم لا يعلمون الحق فهم معرضون

"...berpaling" (Al Anbiyaa : 24)

Maka, jadilah golongan yang "sedikit..."

Allah Ta'ala telah berfirman tentang mereka:

و قليل من عبادي الشكور

"Dan (hanya) sedikit dari hamba-Ku yang berterima kasih." (Saba' : 13)

و ما امن معه الا قليل

"Tapi tidak ada yang percaya dengan Dia, kecuali sedikit." (Hud : 40)

في جنات النعيم ثلة من الاولين و قليل من الآخرين

"Berada dalam Surga kenikmatan, segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. Dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian." (Al Wãqi'ah : 12-14)

Semoga Allah memasukkan kita dalam golongan hamba-Nya yang sedikit. Aamiin.

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Wednesday, June 7, 2017

Berbaik Sangka kepada Allah

Bismillahirrahmanirrahim.


-
Hari 12
#RamadhanAsyik
#Ramadhan1438H


"Tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada Allah, kecuali Allah akan memberinya sesuai dengan persangkaan tersebut, hal itu karena kebaikan semuanya berada di tangan-Nya." (HR. Abu Dawud)
-
Kadang Allah ingin selalu dekat dengan hambanya dengan cara yang unik.
Saat kita tidak paham maksud Allah, tetaplah memilih percaya.
Saat kita tertekan oleh kekecewaan, tetaplah memilih bersyukur.
Saat rencana hidup berantakan, tetaplah memilih berserah diri.
Saat putus asa melingkupi, tetaplah memilih untuk maju.
Rencana Allah selalu lebih baik dari yang kita rencanakan. Tetap berusaha, berdoa dan tetap berbaik sangka atas ketetapan-Nya.

D.E.P
-

Rasulullah SAW bersabda:
"Segala sesuatu itu ada hakikatnya. Seorang hamba tidak akan sampai kepada hakekat iman sampai ia meyakini bahwa apapa yang (ditakdirkan) menimpanya, tidak akan meleset darinya. Dan apapa yang (ditakdirkan) tidak menimpanya maka tak akan menimpanya." (HR Ahmad)

Hadits ini menunjukkan bahwa beriman kepada takdir adalah hakekat iman.
Walaupun manusia berusaha tapi bila Allah tidak menakdirkan untuknya, ia tak akan meraihnya.
Walaupun usaha itu perkara yang diperintahkan oleh Allah, namun kewajiban kita hanyalah berusaha. Allah yang menentukan.
Lalu ridha-lah dengan semua ketentuan Allah atasnya dan berbaik sangkalah, serta yakin bahwa Allah pasti sayang pada hamba-Nya.

(Ustadz Badrusalam)

-

Allah Ta'ala berfirman, yang artinya:
"Dan Allah Maha Mengetahui dan kalian tidak mengetahui." (QS. Al Baqarah : 216)

Lantas, kita sebagai manusia tau apa sih?

Sungguh.. Allah mengabulkan harap dan pinta kita melalui berbagai cara, diantaranya dengan menggantikan apa yang kita inginkan dengan apa yang kita butuhkan.

Boleh jadi di balik kejadian-kejadian yang kita jumpai tiap harinya, baik suka ataupun duka, tersimpan suatu makna di dalamnya. Menyenangkan ataupun tidak, tentu saja itu karena Kuasa dan Kebesaran-Nya. Dan boleh jadi DIA tengah 'menitipkan pesan' melalui berbagai macam peristiwa serta kejadian yang ada di sekeliling kita.

Oleh karenanya, tetaplah berbaik sangka. Karena sungguh, yang mengetahui apa-apa saja yang baik bagi seorang hamba adalah DIA, Dzat Yang Maha Pencipta, bukan kita, manusia yang berkewajiban menjalankan tugas sebagai seorang hamba…

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

-