Thursday, February 13, 2014
#PRIPUN !? (tweet ust. Burhan Sodiq)
Jalan nundukin pandangan dibilang kuper, jalan melotot liat aurat dibilang sopan beuud. #Pripun
Kalau duduk pengajian baru bentar langsung pegel, duduk lama di ruang karoke asyik asyik saja #Pripun
Anaknya ngaji dilarang larang, anaknya karokenan malah dibawain bekal #Pripun
Bikin pengajian di sekolah dibilang tak ada anggaran, bikin konser hardcore di sekolah didukung 100 % #Pripun
Kalau nongkrong di masjid diskusi agama dibilang ati ati aliran sesat, tp kalo nongkrong di mall difasilitasi #Pripun
Kalau ga ngerokok dibilang banci gilirang ngerokok dibilang ini lelaki sejati #Pripun
Kalau pake kerudung syar'i dibilang ga ngetrend, giliran pake kerudung minimalis dibilang fashionable #Pripun
Kalau baca quran sejuz perhari dicurigain ga ikhlas, tapi kalau main game sampe level berapapun dibilang gapapa. #Pripun
Kalau shalat lama, dibilang 'emang lu ga hapal?" tapi kalau shalatnya cepet dibilang, "lu dah akrab ya sama Allah?" #Pripun
Kalau belajar fikih dikomentarin rempong banget dah, giliran belajar goyang cesar dibelabelain kursus #Pripun
Kalau poligami dicaci sampai ke tivi, tapi kalau zina berjamaah malah ditutup tutupi #Pripun
Kalau pake baju longgar nutup aurat dibilang ga pantes, kalau pake baju ketat banget dibilang cakep lu #Pripun
Kalau ngelamar baik baik malah ditolak, giliran ada yang macarin sampai hamil malah diterima #Pripun
Kalau ga hapal sejarah Nabi dianggap bukan masalah gede, tapi kalau ga hapal artis holywood langsung dibully #Pripun
Kalau protes soal syariah, disuruh cari negara sendiri. Giliran protes soal legalisasi ganja dibilang ini kebebasan ekspresi #Pripun
Kalau ngamalin islam secara kaffah dibilang tidak toleran, tapi kalau agama lain hari raya malah dijaga luar biasa #Pripun
Kalau ceramah isinya nyinggung dianggap tidak toleran, tapi kalau pelacuran di depan gang dianggap hak asasi. #Pripun
Kalau update status islami dianggap sok alim, tapi kalau update soal kegalauan hati dianggap kreatif sekali #Pripun
Kalau sekolah agama di madrasah dibilang buang buang waktu, giliran main ps sampai pagi dibilang gaul banget kamu. #Pripun
Kalau berjuang sampai syahid dianggap sia sia, tapi kalau mati membela sepakbola dianggap pahlawan sejati #Pripun
Kalau naik gunung ala laskar dicurigain latihan teroris, giliran preman jalanan berkeliaran dianggap para pahlawan #Pripun
Kalau komitmen sama sunnah dibilang makhluk aneh, tapi kalau jadi anak punk dan metal dibilang minoritas tertindas #Pripun
Kalau rajin baca quran dianggap pamer, tapi kalau rajin nyanyi di perempatan brisikin tetangga dibilang calon idon masa kini #Pripun
Berani menolak minuman keras dibilang sok iman, tapi kalau nenggak minuman oplosan dibilang pemberani #Pripun
Kalau jam 9 malam bobok dibilang anak mami, tapi kalau begadang sampai ga subuhan dibilang setia kawan #Pripun
Kalau pake peci dibilang sok ustad, tapi kalau pake kalung salib dibilang cuman asesoris #Pripun
Kalau pake surban dibilang kearab araban, tapi kalau pake topi koboi dibilang jantan. #Pripun
Kalau berjuang tuk tegaknya syariat dibilang sok suci, tapi kalau berjuang tuk ideologi setan dibilang aktivis #Pripun
Kalau masuk pesantren dibilang kader teroris, tapi masuk sekolah non islam malah dibilang modernis #Pripun
Kalau hapal nama sahabat dibilang kurang kerjaan, tapi kalau hapal nama pemain bola dibilang sesuai perkemb zaman #Pripun
Kalau nolong sodara muslim di Suriah dibilang benih teroris, tapi kalau bantu topan Hayan dibilang dermawan dan berjiwa besar #Pripun
Kalau taaruf dan nikah digunjingin sekampung, tapi kalau nikah hamil duluan dimaafin satu kampung #Pripun
Kalau jadi remaja masjid dibilang kader teroris, kalau jadi remaja tawuran malah disegani di kampung #Pripun
Kalau celana cingkrang dibilang kampungan, tapi kalau banyak tatoan dibilang jagoan. #Pripun
Kalau rajin ke mesjid dibilang sok alim, kalau rajin ngedugem dibilang Mantab #Pripun
Kalau ga pacaran dibilang kuper, kalau gonta ganti pacar dibilang ganteng. #Pripun
Kalau pake cadar dicurigain melulu, tapi kalau buka aurat baju transparan malah diacungi jempol #Pripun
Kalau pake kerudung gede dibilang kayak ibu ibu arisan, tapi kalo pake rok mini dibilang gaul beuudd #Pripun
Kalau pakai baju koko dibilang kayak aki aki, tapi kalau pake kaos gambar tengkorak dibilang ngerock abis! #Pripun
Kalau manjangi jenggot diledek kayak teroris, tapi kalau manjangin rambut gimbal dibilang ngikut mode #Pripun
Kalau ngapalin Quran dibilang susah, tapi ngapalin lirik lagu barat dibilang "selera kamu tinggi dalam bermusik" #Pripun
Kalau berbahasa arab dibilang tidak penting, tapi kalau bahasa inggris dibilang keren beuudd #Pripun
Kalau pakai pakean gamis pakistan dibilang aneh ga modist, tapi kalau pakai jeans dari barat dibilang gaul #Pripun
Kalau nasyid arab dibilang arabisasi. Tapi kalau lagu barat dibilangi modernisasi. #Pripun
Kalau pake jilbab dikatan budaya arab maka ditolak. Tapi budaya valentine yang punya barat kagak ditolak. #Pripun
*re-post dari sebuah grup :')
Wahai Saudariku Muslimah
1. Jangan terlalu sering menangis karena cinta yg sepele, menangislah akan nasibmu kelak di akhirat.
2. Jangan terlalu mudah mengeluh di sosial media, mengeluhlah kepada Allah.
3. Jangan terlalu senang dengan pujian pria, berharaplah pujian Allah.
4. Jangan terlalu lemah menghadapi dunia, mohonlah kekuatan pada Allah.
5. Jangan terlalu berharap pada janji manusia, berharaplah pada janji yang Maha Menepati Janji.
*re-post dari sebiah grup
selamat introspeksi diri :')
1. Jangan terlalu sering menangis karena cinta yg sepele, menangislah akan nasibmu kelak di akhirat.
2. Jangan terlalu mudah mengeluh di sosial media, mengeluhlah kepada Allah.
3. Jangan terlalu senang dengan pujian pria, berharaplah pujian Allah.
4. Jangan terlalu lemah menghadapi dunia, mohonlah kekuatan pada Allah.
5. Jangan terlalu berharap pada janji manusia, berharaplah pada janji yang Maha Menepati Janji.
*re-post dari sebiah grup
selamat introspeksi diri :')
Tuesday, February 11, 2014
Assalamu'alaikum..
Pada kalian ingin aku katakan..
Bahwa alasan dan lantunan kata yang kalian beri adalah sebuah kata yang indah untuk ku renungi …
Penuh emosi dalam ruhiyah seorang sufi yang mencari kebahagiaan ruhnya …
Sayangnya di dunia ini banyak manusia yang mencari bahagia dan tertawa diatas airmata orang lain …
Mereka menjadikan Allah sebagai alasan mereka …
menjadikan Allah asbab atas kehendak mereka …
menjadikan Allah sebagai kambing hitam mereka untuk menghalalkan dan mengiakan keputusan tanpa adab dan perikemanusiaan..
hingga mereka terlupa bahwa Allah lebih dekat dari urat leher mereka ..
Dia tahu segala galanya..
Dia tahu akan isi hati kita …
Dia akan menjadi saksi kita …
Dia akan membicarakan kita dalam pertemuan pertama dan terakhir kita diakhirat nanti!
Disana kita akan berbicara akan kisah kisah kita.
Setiap pertanyaan tidak akan tersisa.
Disana kita akan kembali mengingati nostalgia kita.
Janji kita.
Disana juga kita akan menghela nafas yang panjang saat kita melewati detik detik penantian suatu keadilan...
Kita pasti bertemu..
Kita akan memburu dan diburu...
rindu lalu …
Kita akan dihakimi oleh tamu agung yang maha adil..
Disana juga kita akan tertawa dan menangis..
Bedanya kita tidak akan tertawa diatas kesedihan orang lain..
Disana kita juga akan terkejut dengan sesuatu yang tidak kita sangka …
seperti mengejutkan orang lain dengan tindakan zalim kita yang tanpa sebab!
Tanpa soal dan tanpa tanya..
Begitulah kaitannya kita terhadap hablu minallah dan …
begitulah kaitannya kita terhadap hablum minannas …
karna keduanya memberi implikasi yang besar diakhirat..!
Saudariku,
Kita ditarbiyah untuk berakhlak.
Kita ditarbiyah untuk memahami ‘ ta’dib ‘ (adab )..
Karena apa?
Karena untuk menjadikan kita umat dakwah..
Menjadikan kita ‘Kader dakwah’..
Kader dakwah adalah ia yang mengutamakan dakwah dalam hidupnya..
Yang sanggup berjalan jauh mengorbankan rupiah, dollar dan euro karena mengejar dakwah…
Bukan mengejar wanita/lelaki yang diingininya...
Mereka amat berbeda..
Mereka berani berbeda karena ingin menjadi yang terbaik!
Yang berbeda belum tentu terbaik, tetapi yang terbaik pasti berbeda!
Terbaik yang berbeda bukanlah menolak dunia...
Bukanlah yang punya harta dan membakar hartanya..
Bukanlah yang tidur dan duduk dilantai walau mampu untuk
membeli sofa..
Tapi adalah yang mempunyai sifat ‘qawammah’ (menguasai diri )..
Yang mempunyai sifat tajarrud ( bulat hati ) kepada deen ini.
Yang mempunyai sifat ” benar’ dengan diri dan orang lain.
Yang sabar dan tidak istijal.
Yang tidak hipokrit!
Disinilah lahirnya jiwa hijrah..
Bukan kader yang hijrah yang lelaki/wanita karna dakwah..
Atau berhijrah kepada dakwah karena lelaki/wanita..
Tapi berhijrah kepada dakwah karena Allah..
Oleh itu jadilah sebaik baik manusia.
Manusia yang matang fikroh dan hati..
Bukan manusia yang seperti wayang ..
Yang menari dengan bayang bayang dakwah..
Untuk menyamar sebagai manusia..
Jadilah sebenar benar manusia.
Manusia akhirat.
Manusia yang mampu melihat yang lebih buruk dari dua keburukan!
Sahabatfillah…
Kita bukan malaikat..
Dan kita tak boleh jadi malaikat.
Kita tetap manusia.
Oleh sebab itu …
Mari kita bermuhasabah …
#Muhasabah diri kita..
seperti apakah diri kita.??
Sudah benar kah niat kita.?
Semoga muhasabah ini bisa membuka hati kita yg telah lama terkunci..
Aamiin allahumma aamiin :')
*re-post dari sebuah grup~
Pada kalian ingin aku katakan..
Bahwa alasan dan lantunan kata yang kalian beri adalah sebuah kata yang indah untuk ku renungi …
Penuh emosi dalam ruhiyah seorang sufi yang mencari kebahagiaan ruhnya …
Sayangnya di dunia ini banyak manusia yang mencari bahagia dan tertawa diatas airmata orang lain …
Mereka menjadikan Allah sebagai alasan mereka …
menjadikan Allah asbab atas kehendak mereka …
menjadikan Allah sebagai kambing hitam mereka untuk menghalalkan dan mengiakan keputusan tanpa adab dan perikemanusiaan..
hingga mereka terlupa bahwa Allah lebih dekat dari urat leher mereka ..
Dia tahu segala galanya..
Dia tahu akan isi hati kita …
Dia akan menjadi saksi kita …
Dia akan membicarakan kita dalam pertemuan pertama dan terakhir kita diakhirat nanti!
Disana kita akan berbicara akan kisah kisah kita.
Setiap pertanyaan tidak akan tersisa.
Disana kita akan kembali mengingati nostalgia kita.
Janji kita.
Disana juga kita akan menghela nafas yang panjang saat kita melewati detik detik penantian suatu keadilan...
Kita pasti bertemu..
Kita akan memburu dan diburu...
rindu lalu …
Kita akan dihakimi oleh tamu agung yang maha adil..
Disana juga kita akan tertawa dan menangis..
Bedanya kita tidak akan tertawa diatas kesedihan orang lain..
Disana kita juga akan terkejut dengan sesuatu yang tidak kita sangka …
seperti mengejutkan orang lain dengan tindakan zalim kita yang tanpa sebab!
Tanpa soal dan tanpa tanya..
Begitulah kaitannya kita terhadap hablu minallah dan …
begitulah kaitannya kita terhadap hablum minannas …
karna keduanya memberi implikasi yang besar diakhirat..!
Saudariku,
Kita ditarbiyah untuk berakhlak.
Kita ditarbiyah untuk memahami ‘ ta’dib ‘ (adab )..
Karena apa?
Karena untuk menjadikan kita umat dakwah..
Menjadikan kita ‘Kader dakwah’..
Kader dakwah adalah ia yang mengutamakan dakwah dalam hidupnya..
Yang sanggup berjalan jauh mengorbankan rupiah, dollar dan euro karena mengejar dakwah…
Bukan mengejar wanita/lelaki yang diingininya...
Mereka amat berbeda..
Mereka berani berbeda karena ingin menjadi yang terbaik!
Yang berbeda belum tentu terbaik, tetapi yang terbaik pasti berbeda!
Terbaik yang berbeda bukanlah menolak dunia...
Bukanlah yang punya harta dan membakar hartanya..
Bukanlah yang tidur dan duduk dilantai walau mampu untuk
membeli sofa..
Tapi adalah yang mempunyai sifat ‘qawammah’ (menguasai diri )..
Yang mempunyai sifat tajarrud ( bulat hati ) kepada deen ini.
Yang mempunyai sifat ” benar’ dengan diri dan orang lain.
Yang sabar dan tidak istijal.
Yang tidak hipokrit!
Disinilah lahirnya jiwa hijrah..
Bukan kader yang hijrah yang lelaki/wanita karna dakwah..
Atau berhijrah kepada dakwah karena lelaki/wanita..
Tapi berhijrah kepada dakwah karena Allah..
Oleh itu jadilah sebaik baik manusia.
Manusia yang matang fikroh dan hati..
Bukan manusia yang seperti wayang ..
Yang menari dengan bayang bayang dakwah..
Untuk menyamar sebagai manusia..
Jadilah sebenar benar manusia.
Manusia akhirat.
Manusia yang mampu melihat yang lebih buruk dari dua keburukan!
Sahabatfillah…
Kita bukan malaikat..
Dan kita tak boleh jadi malaikat.
Kita tetap manusia.
Oleh sebab itu …
Mari kita bermuhasabah …
#Muhasabah diri kita..
seperti apakah diri kita.??
Sudah benar kah niat kita.?
Semoga muhasabah ini bisa membuka hati kita yg telah lama terkunci..
Aamiin allahumma aamiin :')
*re-post dari sebuah grup~
Subscribe to:
Posts (Atom)