Wednesday, August 16, 2017

Sebuah Buku: "Piagam Madinah"

Bismillahirrahmanirrahim.

Resensi Bulan Agustus


Judul : Piagam Madinah
Penulis : H. Zainal Abidin Ahmad
Penerbit : Pustaka Al Kautsar
ISBN : 978-979-592-672-6
Cetakan ke- : 1
Tahun Terbit : 2014
Tebal: 268 Halaman
Resensor: L. Yuniasari
 
***

"Surat yang memuat peraturan ini, yang orang dapati bunyinya termaktub dalam kitab karangan Ibn Hisyam, sungguh-sungguh menunjukkan kebesaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang sangat luas pikirannya dan terang pandangannya, yang berdiri atas petunjuk Allah dan ilmu pengetahuan yang diberikan oleh Allah kepadanya..." - H.O.S Tjokroaminoto

Piagam Madinah merupakan konstitusi tertulis pertama di dunia yang lahir di Semenanjung Arab, bukan di belahan Asia lainnya, bukan di Afrika, Amerika ataupun Eropa. Salah satu hal menarik lainnya yang perlu diketahui adalah bahwa kelahiran konstitusi bagi sebuah ummah baru di Yatsrib kala itu juga berkaitan langsung dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Salah satu hal menarik dari Piagam Madinah yang saya dapati adalah isinya yang meluas dan terbilang cukup lengkap karena mencakup beberapa hal diantaranya yang berkaitan dengan negara, hak asasi manusia, pejabat, rakyat, dan hal-hal lainnya.

Buku ini memuat isi Piagam Madinah dalam teks asli dalam bahasa Arab dan juga terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Selain itu, dalam buku ini disajikan lima bagian serta lampiran-lampiran yang secara tidak langsung sekaligus mengenalkan kembali akan dokumen sejarah yang dapat dikatakan bernilai tinggi ini.

Terakhir yang ingin saya sampaikan sebagaimana juga dituliskan dalam pengantar penerbit, kita ini, sebagai kaum muslimin memang patut berbangga bahwa diantara segelintir cendekiawan Muslim yang meneliti Piagam Madinah ini adalah seorang putra asli Melayu-Indonesia. Oleh karenanya, dengan mengetahui adanya Piagam Madinah ini, dapat dikatakan ibarat menemukan harta karun yang sekian lama terpendam.

Jadi, tertarik untuk membacanya?

Wednesday, July 19, 2017

Sebuah Buku: "Tamasya Ke Alam Kubur & Kehidupan Setelahnya"

Bismillahirrahmanirrahim.

#Resensi Bulan Juli

 

Judul : Tamasya Ke Alam Kubur & Kehidupan Setelahnya
Penulis : Miftahul Asror Malik
Penerbit : Semesta Hikmah
ISBN : 978-602-7701-41-0
Cetakan ke- : 1
Tahun Terbit : 2014
Tebal: 200 Halaman
Resensor: L. Yuniasari

***

Tamasya. Satu kata yang ketika kita pertama kali membaca atau mendengarnya tentu akan berpikir hal-hal berkaitan dengan bersenang-senang, refreshing, liburan ataupun jalan-jalan. Akan tetapi, apakah akan sama apabila kata berikutnya yang dimaksud adalah tamasya ke alam kubur?

Sebuah buku yang mengupas hal-hal berkaitan dengan kematian, alam kubur, serta kehidupan setelahnya...

Buku ini terdiri dari enam bab ini merupakan salah satu "santapan" yang cocok dijadikan bahan renungan bagi diri. Karena boleh jadi, terkadang atau justru sering kali diri ini melakukan kelalaian yang tidak hanya sekali-duakali atau bahkan diri ini begitu sibuk akan hal-hal berkaitan dengan duniawi. Astaghfirullah...

Tamasya kita bersama buku ini diawali dengan mengenal hakikat dari kematian, sakaratul maut, serta hal-hal yang mungkin menyengsarakan daripadanya.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌۭ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةًۭ ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

"Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya." (QS. Al-A'raf : 34)

Berikutnya, kita akan dibawa untuk mengenal alam kubur termasuk siksa dan fitnahnya.

Hani', budak Utsman bin 'Affan bercerita bahwa ketika Utsman bin 'Affan berdiri di atas kuburan, maka ia menangis hingga air matanya membasahi jenggotnya. Lalu seseorang berkata kepadanya, "Ketika ingat surga dan neraka kamu tidak menangis, namun ketika teringat kubur mengapa kamu menangis?" 
Utsman menjawab, "Sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah bersabda, 'Kubur adalah permulaan tempat akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka apa yang ada sesudahnya akan lebih mudah darinya, namun jika ia tidak selamat darinya, maka apa yang ada sesudahnya itu lebih berat darinya.'" 
Utsman bin 'Affan melanjutkan, "Saya juga pernah mendengar Rasulullah bersabda, 'Saya tidak pernah melihat suatu pemandangan yang lebih mengerikan dari kubur.'"
(HR. Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Bab tiga akan membawa kita untuk mengenal Hari Kiamat dna juga Hari Kebangkitan, termasuk juga mengenai syafa'at-Nya.

Dalam Firman-Nya disebutkan,

"Siapakah yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya?" (QS. Al Baqarah : 255)

"Dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridhai Allah." (QS. Al Anbiya' : 28)

Berikutnya, bab empat akan mengajak kita mengenal Hisab dan Pembalasan. Di sini, kita akan diingatkan kembali bahwa segala macam hal yang kita perbuat selama di dunia, baik disengaja ataupun tidak, nantinya akan mendapat balasan yang sesuai dengan apa yang dikerjakan. Oleh karenanya, manfaatkan sisa waktu yang dimiliki untuk segala macam aktivitas yang memang DIA Ridhai :'

"Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (QS. Al Baqarah : 281)

Bab lima akan mengenalkan kita pada Mizan atau timbangan amal dan juga Sirath yang merupakan jembatan yang dikatakan begitu licin dan menggelincirkan. Satu-satunya yang nantinya akan menjadi penolong kita ketika hendak melewatinya adalah tabungan amal yang telah kita kumpulkan selama di dunia. Semoga aku, kamu, dia, mereka, dan kita semua merupakan golongan hamba-Nya yang senantiasa diberikan kemudahan ketika nanti akan melewatinya, melewati shirath yang pada hakikatnya di bawahnya terdapat api neraka yang menyala-nyala. Aamiin :'

Bab enam sekaligus bab terakhir dalam buku ini akan membawa kita mengenal surga dan juga neraka, mulai dari tingkatannya; golongan orang yang termasuk di dalamnya; sifatnya; serta amalan-amalan apa saja yang nantinya dapat mengantarkan kita menuju surga-Nya dan menjauhkan diri kita ini dari neraka-Nya.

Secara keseluruhan dapat saya katakan bahwa ini salah satu buku yang juga mengingatkan bahwa perjalanan kita ini masih panjang, karena setelah melewati alam dunia, kita melanjutkan perjalanan di negeri akhirat yang sudah menanti kita di depan sana. Sungguh, hal yang sebenarnya pendek adalah perjalanan kita selama di dunia. Maka, sudah sampai sejauh mana perbekalan yang disiapkan untuk nantinya kita bawa?

Saling mengingatkan dalam kebaikan.
Mohon maaf apabila tulisan ini memiliki begitu banyak kekurangan.

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.

Monday, July 3, 2017

Review: 僕だけがいない街 - Boku Dake ga Inai Machi

Bagaimana jika kau diberi kesempatan untuk memperbaiki apa yang telah terjadi, akan tetapi bagaimana jika masih ada peluang kegagalan bagimu untuk memperbaikinya?
-



Title : 僕だけがいない街 (Boku Dake ga Inai Machi) 
Genre : Psychological, Seinen, Supernatural 
Total Episodes : 12 
Duration : +- 24 minutes /episode 
Release : 2016
 


 
Berkisahkan tentang seorang anak bernama Fujinuma Satoru, seorang pria berusia 29 tahun yang bekerja paruh waktu sebagai seorang pengantar pizza. Suatu ketika, dirinya menemui Ibunya yang tergeletak dalam rumah dengan pisau yang tertusuk di perutnya. Naasnya, Satoru yang sebenarnya merupakan orang pertama yang menemukan ibunya yang menjadi korban tersebut justru dianggap sebagai tersangka dari kasus pembunuhan itu.
 
Pada akhirnya Satoru, tokoh utama yang juga seorang komikus ini berusaha untuk melarikan diri karena dirinya merasa tak bersalah. Tidak lama setelah itu, sambil berusaha melarikan diri ternyata diketahui bahwa Satoru memiliki kemampuan untuk kembali ke masa lalu. Hal inilah yang menjadi alasan sehingga untuk beberapa kali Satoru dapat mencegah berbagai kejadian, termasuk kecelakaan yang sebelumnya ditemuinya dalam perjalanan mengantar pizza.
 
 
 
Satoru kembali ke masa 18 tahun lalu untuk memperbaiki kesalahannya terhadap Kayo Hinazuki, salah seorang teman sekelasnya yang menyatakan bahwa ia ingin pergi jauh dari kehidupannya sekarang ini melalui karangan yang telah dibuatnya.
 
 
 
Satoru yang mengaku bahwa dirinya ingin menjadi seorang Superhero nantinya akan dibantu oleh teman-temannya untuk dapat menuntaskan apa-apa saja yang sebelumnya dia sesalkan,
 
 
 
termasuk diantaranya oleh Kobayashi Kenya, salah seorang murid terpandai di kelas yang pada akhirnya pernah dikenakan hukuman oleh guru :'D
 
 
 
Salah satu hal yang membuat anime ini menarik bagi saya adalah alur cerita yang maju dan mundur, karena dalam anime ini diceritakan bahwa Satoru tidak hanya sekali melewati garis waktu untuk switch antara kehidupannya sebagai seorang pengantar pizza dengan masa ketika ia masih berada dibangku sekolah dasar. Nah, hal ini yang menurut saya justru merangsang penonton untuk ikut berpikir dan dag dig dugnya dapet bangetlah X'D
 
Sekilas ketika melihat anime ini mungkin akan teringat dengan Re-Life ataupun anime sejenis yang menceritakan bahwa si tokoh utama kembali ke masa lalu, termasuk dengan pintu ajaibnya Doraemon ya :'D
Akan tetapi, saya merasa bahwa anime ini juga memiliki daya tarik yang tidak se-mainstream itu kok, karena memang tiap anime memiliki keunikan dan nilai plus tersendiri bukan? ;;)
 
Btw ketika kita menonton anime ini (dan tontonan lainnya) juga dapat ditemani oleh...
 
kopi ataupun minuman lainnya :3
cemilan apapun itu :'D
bahkan makanan berat X'D
itu penting loh XD
-
 
Sedikit banyak, anime ini mengingatkan bahwa kita hidup di dunia ini tidak sendiri...
 
 
 
karena pada kenyataannya masih ada orang-orang di sekitar kita yang bersedia mengulurkan tangan.
 
 
 
Secara keseluruhan, saya merasa bahwa anime ini cocok menjadi santapan mereka yang suka kisah fantasi, terlebih lagi yang dipadukan dengan pemecahan suatu misteri. Salah satu diantaranya adalah ketika Satoru melewatkan dua puluh empat tahun usianya tanpa adanya kesan, ingatan ataupun kenangan... Mengapa demikian?
 
 
 
Jadi, tertarik untuk menonton anime ini?
 
Yuk sharing review kalau sudah menonton,,
terakhir... ini ada titipan kedipan mata ;;)