Tuesday, June 27, 2017

Evaluasi Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim.

Lupa posting ._.
-
Hari 29
#RamadhanAsyik
#Ramadhan1438H

Penentu dari setiap amal itu ada di penghujungnya…
Dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan bahwa "Nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya." (HR. Ahmad)

Karena itu, perjuangan besar seharusnya kita lakukan ketika kita berada di penghujung amalan. Termasuk ketika di penghujung Ramadhan ini. Maka istimewakanlah akhir dari Ramadhan ini.

Al Imam Ibnu Al Jauziy rahimahullah berkata, "Seekor kuda pacu jika sudah berada mendekati garis finish, dia akan mengerahkan seluruh tenaganya agar meraih kemenangan. Karena itu, jangan sampai kuda lebih cerdas darimu.  Sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya. Karena itu, ketika kamu termasuk orang yang tidak baik dalam penyambutan, semoga kamu bisa melakukan yang terbaik saat perpisahan.”

Hasan al Bashri mengatakan, "Perbaiki apa yang tersisa,  agar kesalahan yang telah lalu diampuni. Manfaatkan sebaik-baiknya apa yang masih tersisa, karena kamu tidak tahu kapan rahmat Allah itu akan dapat diraih.”

Janganlah termasuk bagian dari manusia yang hanya meraih rasa lapar dan haus di bulan yang agung ini.

Jangan termasuk bagian dari orang yang celaka karena tak meraih ampunan-Nya di bulan yang penuh rahmat ini.

Rasulallah SAW bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

"Sesungguhnya amalan-amalan itu (standar penilaiannya) pada penghujungnya." (HR. Bukhari)

قال ابن رجب رحمه الله تعالى: يا
عباد الله  إن شهر رمضان قد عزم على الرحيل ولم يبق منه إِلّا قليل  فمن منكم أحسن فيه فعليه التمام ومن فرط فليختمه بالحسنى

Ibnu Rajab rahimahullah berkata, "Wahai hamba-hamba Allah, sungguh bulan Ramadhan ini akan segera pergi dan tidaklah tersisa darinya kecuali sedikit. Maka barang siapa  telah mengisinya dengan baik, hendaklah menyempurnakannya. Dan siapa tidak mengisinya dengan baik, hendaklah ia mengakhirinya dengan yang  baik."

قال ابن الجوزي رحمه الله :
إن الخيل إذا شارفت نهاية المضمار بذلت قصارى جهدها لتفوز بالسباق، فلا تكن الخيل أفطن منك! فإن الأعمال بالخواتيم، فإنك إذا لم تحسن الاستقبال لعلك تحسن الوداع

(Sekali lagi) Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, "Jika kuda pacu sudah mendekati garis finish, ia akan mengerahkan seluruh tenaganya untuk memenangkan lomba.
Maka jangan sampai anda kalah cerdas dari kuda, karena sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupnya.
Jika anda tidak menyambut Ramadhan dengan baik, paling tidak melepasnya dengan baik."

وقال ابن تيمية رحمه الله:
العبرة بكمال النهايات لا بنقص البدايات.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, "Yang menjadi tolak ukur adalah kesempurnaan di akhir amalan, bukan kekurangan di awalnya."

وقال الحسن البصري رحمه الله: أحسن فيما بقي يغفر لك ما مضى، فاغتنم ما بقي فلا تدري متى تدرك رحمة الله...

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, "Perbaiki yang tersisa,  maka Allah akan mengampuni apa yang telah lalu.
Manfaatkan hari yang masih, karena anda tidak tahu kapan meraih rahmat Allah. (Bisa jadi di hari terakhir Ramadhan)

Abu Bakr as-Shiddiq berdoa kepada Allah,

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي أَخِيرَهُ ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاك

"Ya Allah, jadikan usia terbaikku ada di penghujungnya, amal terbaikku ada di penutupnya, dan hari terbaikku, ketika aku bertemu dengan-Mu." (HR. Ibnu Abi Syaibah)

#RamadhanKareem

Friday, June 23, 2017

Elegi Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim
-
Hari 28
#RamadhanAsyik
#Ramadhan1438H

mari merenung sejenak,
berikut ini nasyid lama yang rasanya boleh kita maknai tiap liriknya
diingatkan oleh sebuah grup wasap :'
-

tertatih aku mengejar bulan
mengais sisa-sisa Ramadhan
terjatuh, terpuruk dikeheningan

Ramadhanku telah pergi
syawal t'lah menjelang
tinggalkan arti tujuh puluh tingkatan
amal ibadah bagi insan beriman

duhai sahabat pilihan Allah
di sini, dipertigapuluh terakhir
kita bertemu dalam renungan
satu jiwa satu hati dan satu iman

-Illahi Rabbi- Kekalkan tali ini
Rekatkan dalam dzikir pada-Mu
biarkan rindu kian bersemayam
karena kasih dan cinta-Mu

duhai sahabat pilihan Allah
di hari ke tujuh ba'da Ramadhan
hati masih sedih ditinggalkan
seluruh jiwa terasa sakit
tiada kawan penghibur
kecuali Allah semata

hanya satu tumpuhan harapan
jumpa Ramadhan dengan izin Tuhan
madrasah perjuangan dan kesabaran
menuju Ar Rayyan yang dijanjikan

SuaraPersaudaraan
(╥﹏╥)
-

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, Perbaiki yang tersisa,  maka Allah akan mengampuni apa yang telah lalu.
Manfaatkan hari yang masih, karena anda tidak tahu kapan meraih rahmat Allah yang bisa jadi di hari terakhir Ramadhan datangnya…

Mudik

Bismillahirrahmanirrahim.


-
Hari 27
#RamadhanAsyik
#Ramadhan1438H

"Baju sudah di packing, oleh-oleh sudah, apa lagi ya?" gumam seorang calon pemudik.
Kawan,
Ketika kita memikirkan apa-apa saja yang akan kita bawa untuk mudik, pastikan ada niat yang tulus dalam daftar tersebut.ㅤ
Ini hal yang tidak boleh ketinggalan dalam mudik kita kali ini. Hal yang merubah biaya dan ongkos, keletihan, kemacetan berjam-jam dan pengorbanan selama mudik menjadi pahala.

Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan tergantung niatnya dan setiap orang akan diganjar sesuai dengan niatnya tersebut." (HR. Bukhari dan Muslim)

Niatkan dalam rangka birrul waalidain, menyenangkan hati orang tua.
Niatkan silaturrahim, menjaga hubungan dengan sanak saudara di kampung halaman.
Dengan demikian, setiap langkah dan setiap kilometer yang kita lewati akan diberkahi oleh Allah. InsyaaAllah.

Dan...
jangan lupa membawa doa-doa terbaik kita.
Diawali dengan doa keluar rumah, doa safar, doa naik kendaraan, lalu iringi perjalanan dan kemacetan dengan permohonan dan harapan yang dipanjatkan.
Dalam suatu hadits disebutkan, "Ada 3 doa yang pasti diijabah tanpa diragukan lagi: doa orangtua, doa musafir (orang yang sedang dalam perjalanan jauh) dan doa orang yang terdzalimi." (HR. Tirmidzi)

Terakhir...
Pastikan tidak ada yang tertinggal selama perjalanan mudik kita, khususnya shalat.
Salah satu yang mengiris hati ini adalah saat wajah itu pucat ketika menyadari kardus bawaannya tertinggal di bus, tapi justru tanpa ekspresi saat shalat subuhnya sengaja ia tinggalkan...

Bagaimana mungkin mudik kita diberkahi jika kita tidak mau sujud dan rukuk kepada Allah?
Bagaimana mungkin mudik kita bernilai amal shalih sedangkan kita tidak menyambut panggilan Allah?
Tidak ada alasan untuk meninggalkannya, semua sudah dimudahkan, mulai dari mengqashar, menjama', serta keringanan-keringan yang lain.

 Al-Ustâdz Muhammad Nuzul Dzikri

-
Semoga siapa saja yang mudik diberikan kelancaran selama perjalan dan juga selamat sampai dengan tempat tujuan. Aamiin.

Epilog...
akan tiba saatnya nanti dimana kita akan mudik bersama,
ke tempat tujuan akhir usai singgah di dunia,
maka jangan lupakan juga perbekalan untuk menghadapinya..
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.