Sunday, April 9, 2017

Kita, kini dan nanti...

Bismillahirrahmanirrahim.

“Tradisi setiap bangsa adalah modal dan warisan abadi yang mengungkapkan kemajuan dan peradaban yang pernah dicapainya. Setiap bangsa pasti memiliki masa lalu sebelum menginjak masa kini; dan membangun masa kini yang kokoh di atas pijakan masa lalu yang kuat.” 
― Yusri Abdul Ghani Abdullah
-
Beruntungnya kawan,
kita hidup pada masa yang tidak lagi dipengaruhi oleh penjajahan
kita hidup pada masa dimana begitu pesatnya teknologi dan juga ilmu pengetahuan
kita hidup pada masa dimana tak lagi seperti masa-masa yang pernah terlewatkan
kita hidup begitu nyaman, aman, damai, sejahtera dan penuh dengan ketenangan..


Beruntungnya,
kita hidup dimana manusia bersikap dengan sebenar-benarnya
dimana manusia memperlakukan manusia lainnya tanpa ada beda,
tanpa diskriminasi serta tanpa mempertimbangkan derajat, tahta dan kuasa


Beruntungnya,
kita hidup pada masa dimana manusia tak mempunyai lawan
tiap individu tak lagi terkalahkan oleh egonya yang dominan
kenal ataupun tidak, semuanya saling sapa kemudian menjadi kawan


Beruntungnya kita,
dalam dunia ini, semua manusia begitu peduli pada yang lainnya
mereka saling tolong-menolong, membantu dan bekerja sama
dan semua itu benar-benar mereka wujudkan dalam tindakan nyata


Beruntungnya,
kita hidup pada masa dimana tak ada lagi seorangpun yang berburuk sangka
tak seorangpun yang menyimpan pikiran terhadap sesama tanpa mengutarakannya
hingga tak akan kita jumpai sindiran yang membuat orang yang tidak terlibat justru ikut merasa


Sungguh, betapa beruntungnya,
kita hidup pada masa dimana materi bukanlah segalanya
kita hidup pada masa dimana tiap orang bertanggungjawab penuh atas perannya
kita hidup pada masa dimana tak seorangpun menderita karena kelalaian manusia lainnya


Beruntungnya,
pada masa ini, seorang anak benar-benar menunjukkan baktinya
pada masa ini, tak seorangpun orangtua yang menyakiti anaknya
pada masa ini, kita benar-benar merasakan betapa harmonisnya hubungan dalam keluarga



Betapa beruntungnya,
kita hidup pada masa dimana kesejahteraan hidup begitu terasa
tak ada lagi anak putus sekolah dengan alasan latar belakang ekonomi keluarga
masyarakat dan pejabat tinggi negara saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya



Beruntungnya,
kita hidup di dunia yang bebas dari polusi
kepedulian setiap individu terhadap lingkungan benar-benar terbukti
setiap orang selalu menjaga kebersihan lingkungan agar tetap bersih, asri dan lestari


Beruntungnya kita,
pendidikan moral tidak menjadi asupan materi semata
media elektronik juga selalu menyajikan hal-hal positif di dalamnya
sehingga tak lagi kita temui tindak pidana khususnya di kalangan remaja




Sungguh beruntung menjadi kita,
bangsa yang begitu taat pada aturan serta ketentuan yang berlaku di negaranya
tidak ada satupun pelanggaran hukum yang dijumpai setiap harinya
sehingga keamanan dan kenyamanan begitu kita rasa sebagaimana seharusnya



Betapa beruntungnya,
kita hidup pada masa dimana setiap orang senantiasa produktif
setiap orang tak lagi terkalahkan oleh berbagai macam tindak negatif
sehingga dapat benar-benar kita rasakan bahwa tiap orang berperan aktif
demi negara hukum ini agar menjadi lebih kondusif




Dan benar saja,
betapa beruntungnya ketika semua itu benar menjadi nyata
tidak hanya menjadi khayal yang tertuang melalui rangkaian kata
...

“Lenyapnya perikemanusiaan dalam kegalauan sosial yang busuk, berarti pula tipisnya kepribadian, bukan saja sebagai bangsa, tetapi juga sebagai individu. Dan bangsa atau nasion yang begitu mudah menanggalkan perikemanusiaan dengan sendirinya mudah pula tersasar dalam perkembangan sejarah.” ― Pramoedya Ananta Toer
Kawan,
kita ini merupakan bagian dari pelaku sejarah
maka tidakkah ingin membuat bangsa ini berubah?

Oleh karenanya,
buktikan kepedulian kita melalui tindakan nyata
dan siapkanlah warisan terbaik kepada generasi penerus kita...

kalau bukan kita yang ikut terlibat untuk membenahi bangsa ini,
maka siapa lagi???

---
sumber gambar:
   - penelusuran gambar melalui google(dot)com
   - jalantikus(dot)com

25 comments:

  1. setujuuu, laukan yang terbaik untuk bangsa itu perlu, kalau bukan kita mau siapa lagi. Hayuk mulai berbenah dari diri kita sendiri lewat hal kecil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, yuk saling mengingatkan agar bisa berubah menjadi lebih baik lagi ;;)

      Delete
  2. kalau saya prinsipnya begini, perlakukan orang lain sesuai perlakukan yg kita inginkan.

    kalau kita baik, org jg akan baik
    kita ga diskriminasi, org jg ga akan diskriminasi selama prinsip tetap dipegang teguh.

    supaya menjadi kenyaatan.. yuk mulai dr diri sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak, jangan sampai 'mencoba-coba' hal yang ngga kita suka kepada oranglain :')
      Yuk sama-sama mulai dari diri kita ;;)

      Delete
  3. Kalo aku, setiap aku merasa kurang beruntung, masih ada yang lebih kurang beruntung daripada aku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget kak, itulah indah dan nikmatnya bersyukur ;;)

      Delete
  4. Tentunya tugas kita, membuat bangsa ini menjadi lebih baik dan menjadi pelaku sejarah lewat tindakan nyata. Dimulai dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, betul kak! Ngga sekedar sibuk dengan kata-kata tapi juga melalui tindakan nyata ;;)

      Delete
  5. Untuk membuat bangsa yang baik perlu dilakukan revolusi besar mas.. bukan hanya mental tapi Budi pekerti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu kak, maka menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dapat menanamkan nilai-nilai moral agar generasi penerus bangsa dapat berbudi pekerti sebagaimana mestinya ;)

      Delete
  6. Kemajuan suatu negara dapat terlihat dari tingkat kesejahteraan yg didapat oleh masyarakat yg ada dinegara tsb. Bagaimana bangsa kita bisa maju jika yg ingin merubah hanya 1 dari sekian bnyk orang yg ada. Era globalisasi memang tdk dpt dipungkiri lagi, dijadikan budak dengan kemajuan teknologi yang ada, kebanyakn orang hanya berpikir bagaiman cara menggunakan teknologi sperti aplikasi2 yg ada tanpa berfikir bagaimana cara membuat teknologi tsb,

    ReplyDelete
  7. Jaman sekarang serem amat ya. Remaja2 dah mulai bnyk menyimpang. Moral anak bangsa dah mulai rusak. Kita sendiri yg hrs menjaga.

    ReplyDelete
  8. Mulai dari sendiri untuk menorehkan sejarah yg baik ke generasi berikutnya. Satu hal yg penting juga yaitu jangan pelintir cerita sejarah demi kepentingan sebagian orang (baca: penguasa)

    ReplyDelete
  9. Duh ini sindirannya dalem sekali....
    Yang lagi aku rasakan saat ini adalah, di tengah-tengah banyaknya beruntungnya kita ini kok masih aja ada yang hobi mengeluh dan lupa bersyukur.
    Semoga kita semua bisa terus jadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya ya,Luk. aamiin

    ReplyDelete
  10. Gambar sama tulisannya bertolak belakang gitu,ya? Seolah yang ditulis adalah kita yang kini, dan yang di gambar adalah kita yang nanti? Huhuhu..

    Btw, jadi fokus sama gambar itu. Aku paling ngenes banget sama yang anak gugat ibu kandungnya. Ya allah, kok bisa-bisaan gitu? Lalu menyusul kabar ada juga Bapak yg digugat anak. Hih...

    ReplyDelete
  11. Mari kita mulai dari lingkungan yang terkecil.
    Keluarga.

    Kebiasaan-kebiasaan baik dan berada di lingkungan baik.

    Bagaimana kalau di lingkungan yang masih belum baik?
    Ya jadilah agen perubahan.

    Siap berubah?

    ReplyDelete
  12. Sindirannya mengena sekali.
    Memang untuk berubah paling tidak diri kita sendiri dulu yang berubah jd baik kemudian pelan2 lingkungan mengikuti ya?
    Percaya harapan masih ada
    TFS :D

    ReplyDelete
  13. Kalo di tempatku emang semua serba beruntung kok, dalam keadaan apapun. udah jatuh atau apa pasyi ngomongnya untung ngga patah, untung ngga parah dsb. tapi positifnya kita jadi orang yang rajin bersyukur dengan segala keadaan hehehe

    ReplyDelete
  14. ingin sekali rasanya membuat bangsa ini berbenah untuk menjadi lebih baik. tapi tentu nggak bisa kalau saya bergerak sendiri, pak jokowi bergerak sendiri, atau gubernur bergerak sendiri. ya memang harus bergerak bersama. kembali kepada asas gotong royong

    ReplyDelete
  15. Ahh tulisan ini bikin mata aku sedikit pedes,inget aku juga sering ngelakuin hal yg gk penting.
    Harus dimulai dr diri sendiri untuk membudayakan kebiasaan.baik,semoga bangsa ini jadi bangsa yg sada akan tanggung jawab masing2

    ReplyDelete
  16. Kapan kita bs jd org2 yg beruntung itu? Semua dimulai dr diri sendiri

    ReplyDelete
  17. Semoga byk org yg baca tulisan ini. Kita bs berubah asal mau memperbaiki diri dan tentunya memulai dg kebiasaan baik

    ReplyDelete
  18. Ini hatiku berasa ngilu masa pas baca ini :(
    Sekumpulan ironi yang terjadi lewat serangkaian aksara yang apik. Semoga dengan menuliskan bisa menularkan kepedulian yang benar nyata untuk membangkitkan orang-orang sekitar agar menjadi manusia-manusia yang sebenar-benarnya beruntung atas kehidupan yang dijalaninya. Aamiin.

    ReplyDelete
  19. Subhanallah, Lucky-senpai keren tulisannya ^^

    Pertama aku baca, biasa saja...

    Makin ke bawah. Eh ternyata ini sindiran T.T


    Oiya, jgn lupa utang postingan... Hehe ^^

    ReplyDelete